Interaksi Model Pembelajaran dan Literasi Digital terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa SMK pada Materi Zat dan Perubahannya
Keywords:
Project-Based Learning, Problem-Based Learning, Literasi Digital, Berpikir Kreatif, Zat dan Perubahannya.Abstract
Zat dan perubahannya merupakan konsep dasar kimia yang dipelajari dalam mata pelajaran IPAS kelas X SMK. Pemahaman materi ini tidak cukup melalui hafalan, tetapi memerlukan kemampuan menghasilkan gagasan, menggunakan berbagai strategi, dan merancang solusi terhadap fenomena perubahan zat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh model pembelajaran, literasi digital, serta interaksi keduanya terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa. Penelitian menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain faktorial 2 × 2. Sampel terdiri atas 64 siswa kelas X Teknik Pemesinan dari dua SMK swasta di Kabupaten Bogor. Model pembelajaran yang diterapkan adalah Project-Based Learning (PjBL) dan Problem-Based Learning (PBL), sedangkan literasi digital dikelompokkan menjadi tinggi dan rendah. Data diperoleh melalui tes berpikir kreatif berbentuk uraian terbuka dan tes literasi digital, kemudian dianalisis menggunakan ANAVA dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kreatif (F = 6,723; p = 0,012), literasi digital berpengaruh signifikan (F = 47,285; p < 0,001), dan terdapat interaksi signifikan antara keduanya (F = 4,093; p = 0,048). Kelompok PjBL dengan literasi digital tinggi memperoleh rata-rata tertinggi, yaitu 82,47. Temuan ini menunjukkan bahwa PjBL yang didukung literasi digital lebih efektif dalam mengembangkan berpikir kreatif pada materi zat dan perubahannya.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Edukimia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
.jpg)









